Majas dalam Puisi

Friday, May 24, 20130 komentar


Beberapa contoh majas yang ada dalam puisi adalah sebagai berikut.

a.  Metafora, yakni pengungkapan yang mengandung makna se- cara tersirat untuk mengungkapkan acuan makna yang lain se- lain makna sebenarnya, misalnya, "cemara pun gugur daun" mengungkapkan makna “ketidakabadian kehidupan".

b.  Metonimia, yakni pengungkapan dengan menggunakan suatu realitas tertentu, baik itu nama orang, benda, atau sesuatu yang lain untuk menampilkan makna-makna tertentu. Misalnya, "Hei! Jangan kaupatahkan kuntum bunga itu". "Kuntum bunga" di situ mewakili makna tentang remaja yang sedang tumbuh untuk mencapai cita-cita hidupnya.

c.  Anafora, yakni pengulangan kata atau frase pada awal dua larik puisi secara berurutan untuk penekanan atau keefektifan bahasa. Misalnya, terdapat dalam salah satu puisi Sapardi Djoko Damono berikut.
Kita tinggalkan kota ini, ketika menyeberang sungai 
terasa waktu masih mengalir
di luar diri kita. Awas, jangan menoleh,
tak ada yang memerlukan kita lagi
tak ada yang memanggil kembali.

d.  Oksimoron, yaitu  majas yang menggunakan penggabungan kata yang sebenarnya acuan maknanya bertentangan. Misalnya, pada salah satu puisi Sapardi Djoko Damono berikut.
 Begini: kita mesti berpisah.
 Sebab Sudah terlampau lama bercinta

Artikel Terkait


Description:
Rating: 4.5
Reviewer: Andi Fikri Anugrah
ItemReviewed: Majas dalam Puisi
Share this article :

Post a Comment

 
Member Of Komunitas Blogger Wajo | Template Created By The Divider
Copyright © 2013. Generasi Intelektual - All Rights Reserved